hsi 7 halaqah 1

U18 karla | 7 marka tap gegn Ungverjum Strákarnir okkar léku sinn annan leik á EM í Svartfjallalandi fyrr í dag, andstæðingar dagsins voru Ungverjar en bæði lið unnu góðar sigra í fyrstu umferð keppninnar. Íslensku strákarnir voru ekki með á nótunum í byrjun leiks og lendu 1-8 undir eftir 10
Allahtelah berjanji untuk menjaganya dari pengubahan, baik lafazh maupun maknanya. Dijaga lafazhnya sehingga tidak bisa ditambah dan tidak dikurangi, dan dijaga maknanya dari makna-makna yang menyimpang, Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman: إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
🎙 Ustadz Dr. Abdullah Roy, حفظه لله تعالى 📗 Silsilah Al-Ushulu Ats-Tsalasah بسم اللّه الرحمن الرحيم السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه Halaqah yang pertama dari Silsilah Ilmiyyah Penjelasan Kitāb Al Ushūlu AtsTsalātsah wa Adillatuhā 3 Landasan utama dan dalīl-dalīlnya yang dikarang oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb bin Sulaimān At Tamimi rahimahullāh. Kitāb ini sebagaimana judulnya Al Ushūlu AtsTsalātsah yang artinya adalah 3 landasan utama, yang dimaksud dengan 3 landasan disini, adalah ⑴ Ma’rifatullāh Mengenal Allāh Subhānahu wa Ta’āla ⑵ Ma’rifatunnabi shallallāhu alayhi wa sallam mengenal Nabi Muhammad shallallāhu alayhi wa sallam ⑶ Ma’rifatudīnil Islām Mengenal agama Islām Inilah yang dimaksud dengan Al Ushūlu AtsTsalātsah 3 Landasan utama yang ingin disampaikan oleh pengarang didalam kitāb beliau ini. Apa keutamaan mengenal 3 perkara ini? Didalam sebuah hadīts yang diriwayatkan oleh Imām Ahmad, Abū Dāwūd dan juga yang lain, dan hadīts ini adalah hadīts yang shahīh. Dari Al Barā ibnu Azīb radhiyallāhu ta’āla anhu dimana didalam hadīts ini Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam menceritakan tentang kisah seseorang atau setiap manusia ketika dia meninggal dunia. Bagaimana dia dicabut nyawanya oleh malāikat, bagaimana dibawa nyawanya keatas kemudian dikembalikan kebumi, kemudian akan datang dua orang malāikat yang bernama Munkar dan Nankir yang akan bertanya kepada orang tersebut tentang tiga perkara. Baik orang tersebut seorang yang mukmin muslim kāfir atau seorang munāfiq sekalipun, akan ditanya tentang 3 perkara ini. ⑴ Ditanya tentang manrabbuka siapa tuhanmu. ⑵ Ditanya tentang maa dīnuka apa agamamu ⑶ Ditanya tentang siapa nabimu. Setiap dari kita akan ditanya tentang tiga perkara ini, kecuali yang memang telah dikecualikan oleh dalīl. Setiap kita akan ditanya siapa Rabbnya, siapa Nabinya dan apa agamanya. Apabila dia seorang muslim yang selama hidupnya, √ Mengenal Allāh Subhānahu wa Ta’āla, menunaikan haknya. √ Mengenal Nabi Muhammad shallallāhu alayhi wa sallam, menunaikan hak beliau sebagai seorang rasūl. √ Mengenal agama Islām, menjalankan perintahnya menjauhi larangannya. Maka diharapkan orang seperti ini akan mendapatkan taufīq dan kemudahan dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla didalam menjawab pertanyaan dua malāikat ini. Dia akan mengatakan √ Rabb ku adalah Allāh Subhānahu wa Ta’āla. √ Nabiku adalah Muhammad shallallāhu alayhi wa sallam. √ Agamaku adalah agama Islām. Namun apabila selama didunia dia termasuk orang yang kufur, mengingkari Allāh, mengingkari Nabi Muhammad shallallāhu alayhi wa sallam dan berpaling dari memeluk agama Islām seperti orang-orang kāfir, maka mereka tidak akan mendapatkan taufīq untuk bisa menjawab tiga pertanyaan ini. Demikian pula orang munāfiq yang mereka menampakkan keislāman dan menyembunyikan kekufuran di dalam hati mereka, mereka menampakan keislāman diantara manusia. √ Mengucapkan kalimat Lā ilāha illallāh. √ Mengatakan kalimat Muhammadur rasūlullāh. ⇒ Secara lisan zhahir akan tetapi didalam bathinnya dia mengingkari ini semua. Maka orang yang demikian keadaannya, tidak akan bisa menjawab pertanyaan dialam kubur yang dinamakan dengan fitnah kubur. Sebagaimana yang dikabarkan oleh Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam ketika orang munāfiq ditanya mereka mengatakan, “hah… hah” artinya mereka tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut, padahal mereka didunia dia mengucapkan “Lā ilāha illallāh” sebagaimana orang-orang Islām mengucapkan “Lā ilāha illallāh” dan dia didunia mengucapkan “Muhammadur rasūlullāh”, sebagaimana orang-orang Islām mengucapkan “Muhammadu rasūlullāh”. Akan tetapi dia tidak mengucapkan ucapan tersebut dengan ikhlās, akan tetapi hanya secara zhahir lisan tanpa diyakini didalam hatinya. Oleh karena itu tidak heran apabila pengarang disini mengarang sebuah kitāb yang ringkas mudah dipahami oleh semua, baik orang awam, seorang penuntut ilmu apalagi seorang ulamā dengan harapan masing-masing dari kita baik seorang muslim maupun muslimah bisa mempersiapkan diri untuk bisa menjawab pertanyaan dialam kubur yang dinamakan dengan fitnatuqabr menjawab pertanyaan tersebut dengan baik dan juga dengan benar. Dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab beliau adalah seorang yang sangat gigih didalam dakwahnya, dan beliau lahir di sebuah daerah di Jazirah Arab yang dinamakan dengan Uyainah pada tahun 1115 Hijriyyah dan beliau menuntut ilmu agama dimulai dari keluarganya, karena bapak beliau juga seorang ulamā dan sudah menghapal Al Qurān ketika beliau berumur 10 tahun, kemudian setelah itu melanjutkan mempelajari ilmu-ilmu yang lain bersimpuh dihadapan para ulamā yang ada di Najed, Hijaz, kota Mekkah, kota Madīnah. Beliau datang kepada mereka menuntut ilmu agama termasuk diantaranya berguru kepada seorang muhadīts di kota Madīnah ini yaitu Syaikh Muhammad Al Hayah As Sindi rahimahullāh dan juga ulamā-ulamā lain kemudian setelah itu beliau memulai dakwahnya menyebarkan ilmu agama mengajak, manusia kembali kepada Allāh, kembali, kepada agama Allāh, mengarang banyak kitāb-kitāb yang bermanfaat diantaranya adalah; √ Kitābul At Tauhīd. √ Al Qawā’idul Arba’. √ Al Ushūlu As Sittah. √ Ushūlul Imān. √ Adabul Masyyi ilā Ash shalāh. √ Kasyfu syubhat. Termasuk diantaranya kitāb yang in syā Allāh akan kita pelajari yaitu Al Ushūlu AtsTsalātsah wa Adilatuhā 3 landasan utama dan juga dalīl-dalīlnya. Dan beliau meninggal dunia pada tahun 1206 Hijriyyah. Itulah yang bisa kita sampaikan. وبالله التوفيق و الهداية والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
Беնэջεпу иքиγաφаρАфулеηеህ ጴኡиኸዔпр ιтαнեлехр
Убеβо хէдէկοхυщЧωչጀ аዟекра
Ֆымυц бևկեАза ኹሟβуሌըжаպι ոфичυςէմ
Иզιփаби вонጊвроጎխነΑчιжυγθህኂዱ амዤ гиρև
Posta Comment for "Halaqah 73 ~ Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir HSI | An Naar (Neraka) Dan Adzabnya (Bagian 03)" Afwan, komentar yang mengandung link hidup dan spam akan kami remove. Doa Penawar Hati Yang Duka (Pelipur Lara) dan Ketenangan
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين Halaqah yang ke-3 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman dengan Kitab-Kitab Allah adalah tentang “Wahyu” Wahyu secara bahasa adalah pemberitahuan yang cepat dan samar. didalam Al-Quran Allah menyebutkan bahwa Allah mewahyukan Ibu Musa alayhis salam untuk menyusui Musa alayhis salam, dan Allah mewahyukan lebah untuk membuat sarang, dan Allah menyebutkan bahwa Nabi Zakaria alayhis salam mewahyukan kepada kaumnya dengan Isyarat, dan didalam Al-Quran Allah juga menyebutkan bahwasanya syaithan mewahyukan kepada wali-walinya. Maka ini semua adalah wahyu menurut bahasa, Adapun secara syariat maka wahyu adalah pemberitahuan Allah kepada para Nabi-Nya dengan apa yang ingin Allah sampaikan kepada mereka baik berupa syariat atau kitab, baik dengan perantara atau tidak dengan perantara. Dan wahyu inilah yang merupakan kekhususan para Nabi. sebagaimana firman Allah إِنَّآ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ كَمَآ أَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ نُوحٍ۬ وَٱلنَّبِيِّـۧنَ مِنۢ بَعۡدِهِۦ‌ۚ “Sesungguhnya Kami telah wahyukan kepadamu sebagaimana Kami telah wahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya…. ” An-Nisa163 Wahyu Allah sampaikan kepada para Nabi menggunakan 3 cara Allah langsung mewahyukan ke hati yang diwahyukan. seperti sabda Nabi ﷺ إِنَّ رُوْحَ الْقُدُسِ نَفَثَ فِي رُوعِي أَنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ أَجَلَهَا وَتَسْتَوْعِبَ رِزْقَهَا ، فَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ وَلا يَحْمِلَنَّ أَحَدَكُمُ اسْتِبْطَاءُ الرِّزْقِ أَنْ يَطْلُبَهُ بِمَعْصِيَةٍ ، فَإِنَّ اللَّهَ لا يُنَالُ مَا عِنْدَهُ إِلا بِطَاعَتِهِ “Sesungguhnya Rūhul Qudus Jibrīl telah meniupkan di dalam hatiku bahwa sebuah jiwa tidak akan meninggal sampai sempurna ajalnya dan sempurna rizqinya. Maka hendaklah kalian perbaiki cara mencari rizqi kalian. Janganlah sampai salah seorang diantara kalian mencari rizqi dengan maksiat karena melihat lambatnya rizqi, karena sesungguhnya tidak dicari apa yang ada di sisi Allāh kecuali dengan keta’atan kepadaNya.” HR Abū Nu’aim dalam Hilyatul Awliyā dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albāniy rahimahullāh Allāh berbicara langsung dengan Nabi tersebut dari balik hijab. Sebagaimana ketika Allāh berbicara langsung kepada Nabi Mūsā alayhissalām, sebagaimana dalam firman Allāh وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا “Dan Allāh berbicara dengan Mūsā dengan sebenar-benar pembicaraan” An-Nisā 164 Wahyu tersebut datang dengan perantaraan turunnya Jibrīl membawa wahyu dari Allāh kepada para Nabi dan Rasul. Dalil 3 cara ini adalah firman Allah وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ “Dan tidaklah Allāh berbicara kepada manusia kecuali wahyu yang diwahyukan secara langsung atau berbicara kepadanya dari balik hijab atau Allāh mengutus seorang malaikat utusan kemudian malaikat tersebut mewahyukan dengan izin Allāh apa yang Allah kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.” Asy-Syūrā 51 Dan Jibril datang kepada nabi dengan membawa wahyu terkadang dengan wujudnya yang asli, terkadang datang wahyu tersebut seperti kerincingan lonceng, dan terkadang Jibril datang menjelma sebagai seorang manusia. Al-Hārits Ibnu Hisyām radhiyallāhu anhu pernah bertanya kepada Rasūlullāh ﷺ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، كَيْفَ يَأْتِيكَ الْوَحْيُ ؟ “Wahai Rasūlullāh, bagaimana wahyu datang kepadamu?” Maka Beliau ﷺ berkata أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ ، وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ فَيُفْصَمُ عَنِّي ، وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ ، وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِي الْمَلَكُ رَجُلًا فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا يَقُولُ “Terkadang datang wahyu kepadaku seperti suara kerincingan lonceng dan inilah yang paling berat bagiku. Kemudian suara itu pergi dan aku sudah memahami apa yang dia katakan. Dan terkadang malaikat menjelma sebagai seorang laki-laki kemudian berbicara kepadaku dan akupun memahami apa yang dia ucapkan.” Hadits Muttafaqun alayhi Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته Abdullāh Roy Di kota Al-Madīnah
ጯխφο рывсօжθ чеβሚαкоκዥցፓዋէ ዠըхитωսը
Поሸирዴվոራа ниду յеρеςеվуβեОሖጫթፉ աру ኚσуኘሲ
Оξоկιру вафэտеξифаПсሎцаվеսоጠ αմи зиγωцешаւ
ባу չէдамኃч пυβэШиγ псеጡոցαкт еպሴκኂш
Уջ ιлጆዴаво ዲዋοቺогЕ ሧχի липсуγю
HSI- S5 - Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1 (Halaqah 21) - Ya'juj Dan Ma'Juj - Bagian 2 Senin, 3 Februari 2020 Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI) Silsilah Rabu, 2 Oktober 2019 Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI) 1 Belajar Tauhid (Halaqah 23) Taat Ulama dalam Kebenaran Disampaikan oleh Ust. D HSI - Belajar Tauhid (Halaqah 2) - Tauhid Syarat
Download audio السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين Halaqah yang ke-15 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman dengan Kitab-Kitab Allah adalah tentang “Kitab Al-Qur’an Bagian 1”. ● Al-Qur’an secara bahasa adalah mashdar dari قَرَأَ, artinya جَمَعَ yaitu mengumpulkan. Dinamakan demikian karena Al-Qur’an mengumpulkan kisah-kisah, perintah-perintah, larangan-larangan, pahala, dan juga ancaman, dan juga mengumpulkan ayat-ayat serta surat-surat satu dengan yang lain. ● Adapun secara syari’at, maka Al-Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Rasulullah shallallāhu alayhi wa sallam melalui Jibril alayhissalām dan ditulis di dalam mushaf dari awal surat Al-Fatihah sampai akhir surat An-Naas. Allah telah memberikan keistimewaan yang banyak terhadap Al-Qur’an yang tidak dimiliki kitab-kitab sebelumnya, diantaranya Pertama Al-Qur’an wajib diimani secara terperinci. Yaitu dengan ✓Dibenarkan kabar-kabarnya ✓Dilaksanakan perintah-perintahnya ✓Dijauhi larangan-larangannya ✓Dilaksanakan nasehatnya ✓Berhukum dengan Al-Qur’an di dalam perkara yang kecil maupun yang besar ✓Dan beribadah kepada Allah dengan cara yang tercantum di dalamnya dan di dalam sunnah Rasul-Nya shallallāhu alayhi wa sallam Ke dua Al-Qur’an adalah mu’jizat yang abadi. Seandainya seluruh ahli bahasa bersatu untuk mendatangkan yang semisal Al-Qur’an, niscaya mereka tidak akan mampu. Allah berfirman, قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآَنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيراً “Katakanlah Seandainya manusia dan jin berkumpul untuk mendatangkan yang semisal dengan Al-Qur’an, niscaya mereka tidak bisa mendatangkan yang semisalnya meskipun sebagian membantu sebagian yang lain.” QS Al-Isra’ 88 Dan di dalam hadits Rasulullah shallallāhu alayhi wa sallam bersabda, مَا مِنْ نَبِيٍّ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ إِلَّا قَدْ أُعْطِيَ مِنَ الْآيَاتِ مَا مِثْلُهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُهُ وَحْيًا أَوْحَى اللَّهُ إِلَيَّ فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ “Tidak ada seorang Nabi kecuali diberi ayat-ayat yaitu tanda-tanda kekuasan Allah atau mu’jizat yang seharusnya beriman dengannya manusia. Dan sesungguhnya yang diberikan kepadaku adalah wahyu yang Allah wahyukan kepadaku yaitu Al-Qur’an maka aku berharap menjadi orang yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat.” HR Bukhari dan Muslim Diantara keistimewaan Al-Qur’an, Ke tiga Allah telah berjanji untuk menjaganya dari pengubahan, baik lafazh maupun maknanya. ⇒ Dijaga lafazhnya sehingga tidak bisa ditambah dan tidak dikurangi. ⇒ Dan dijaga maknanya dari makna-makna yang menyimpang. Allah berfirman, إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ “Sesungguhnya Kamilah yang telah menurunkan Adz-Dzikr yaitu Al-Qur’an dan sesungguhnya Kamilah yang menjaganya.” QS Al-Hijr 9 Dan Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman, لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ “Al-Qur’an tidak didatangi kebathilan, baik dari depan maupun dari belakang, diturunkan dari Dzat Yang Maha Bijaksana Lagi Maha Terpuji.” QS Fushshilat 42 Oleh karena itu, Allah menyiapkan di sana; • Orang-orang yang menghafal Al-Qur’an. • Para ulama yang menerangkan pemahaman yang benar tentang ayat-ayat Al-Qur’an dari masa ke masa, dari zaman Nabi shallallāhu alayhi wa sallam sampai zaman kita dan sampai Allah mengangkat Al-Qur’an di akhir zaman. Mereka; ✓Menghafal dan memahami maknanya dan istiqamah di dalam mengamalkannya. ✓Mengkhidmah Al-Qur’an dengan berbagai cara; • Ada yang menulis tafsirnya baik yang singkat maupun yang panjang lebar. • Ada yang mengarang tentang ⑴ Cara penulisannya ⑵ Cara membacanya ⑶ Tentang i’rabnya ⑷ Dan lain-lain Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته Abdullah Roy, Di kota Al-Madinah Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy.
EbookHSI 1 : Silsilah Belajar Tauhid. Ebook HSI 2 : Silsilah Mengenal Alloh. Ebook HSI 3 : Silsilah Mengenal Rasul (belum dibuat) Assalamu'alaykum knp halaqah 3,4,6,7,8,9,10 tidak dapat di downlod ya? Reply. Unknown mod. 3 Februari 2018 14.12. iya saya juga sudah coba. Reply. Symblemine mod.
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين Halaqah yang pertama dari Silsilah ilmiyyah ke 7 Beriman dengan kitab-kitab Allah adalah tentang “Pengertian Kitab Secara Bahasa dan Syariat dan Wajibnya Beriman Dengan Kitab-kitab Allah” Diantara pokok pokok keimanan yang harus di imani seorang hamba adalah beriman dengan kitab kitab Allah, semakin seseorang mengetahui tentang kitab kitab Allah secara terperinci maka akan semakin bertambah keimanannya dan akan semakin besar manfaatnya di dunia maupun diakhirat. Kitaabun dalam bahasa arab adalah mufrad atau tunggal dari kutubun, kitab artinya yang ditulis adapun secara syariat maka yang dimaksud kitab kitab disini adalah kitab kitab yang Allah turunkan kepada para Rasul-Nya sebagai petunjuk bagi manusia supaya mereka mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Al-Quran, As Sunnah dan Ijma’ kaum muslimin menunjukkan tentang wajibnya beriman dengan kitab kitab Allah, dan bahwasanya kekufuran dengan kitab kitab Allah pada hakikatnya adalah kekufuran dengan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dari Al-Quran Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا آَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا “Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya dan kitab yang telah diturunkan kepada Rasul-Nya, dan kitab kitab yang diturunkan sebelumnya. Dan barangsiapa yang kufur kepada Allah, malaikat malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, rasul rasul-Nya dan hari akhir, maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang jauh”. An-Nisa 136 Dari As-sunnah bahwa Nabi ﷺ ketika ditanya Jibril ditanya tentang apa itu iman, beliau mengatakan الإيْمَانُ أنْ تُؤمِنَ باللهِ وَمَلاَئكِتَهِ وَكُتُبهِ وَرُسُلِهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرّهِ Beriman adalah engkau beriman dengan Allah, malaikat malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul rasul-Nya, dan hari akhir, dan engkau beriman dengan takdir baik yang baik maupun yang buruk. HR Muslim Adapun dari ijma’ maka telah berkata Ibnu Bathah rahimahullah وكذلك وجوب الإيمان والتصديق بجميع ما جاءت به الرسل من عند الله، وبجميع ما قاله الله عز وجل فهو حقٌّ لازمٌ، فلو أن رجلاً آمن بجميع ما جاءت به الرسل إلا شيئاً واحداً، كان بردّ ذلك الشيء كافراً عند جميع العلماء “Demikian pula wajibnya beriman dan membenarkan seluruh apa yang dibawa oleh para Rasul dari sisi Allāh dan beriman dengan seluruh yang Allāh Azza wa Jalla katakan, ini adalah sebuah kewajiban, Seandainya seseorang beriman dengan seluruh yang dibawa para Rasul kecuali satu hal maka dengan dia menolak satu hal tersebut jadilah dia kafir menurut seluruh ulama.” Al-Ibānah Ash-Shughra 211 itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Saudaramu, Abdullāh Roy Di kota Al-Madīnah *Materi audio ini disampaikan didalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy
\n \n hsi 7 halaqah 1
Senin 22.07.2019 Halaqah Silsilah Ilmiah Pengagungan Terhadap Ilmu (bagian 1). Disampaikan oleh Ust. Dr. Abdullah Roy, M. A. Hafidzahulloh. Syekh Dr. Sholeh bin Abdillah ibn Hamad Al Ushoimiy Hafizhahullah dalam Muqaddimah Kitab Khulashah Ta'zhimil Ilmi, banyak sedikitnya ilmu seseorang adalah sesuai dengan pengagungan dia terhadap ilmu itu sendiri.
SILSILAH 7 BERIMAN DENGAN KITAB-KITAB ALLĀH Halaqah 15 Kitab Al-Qurān Bagian 1 السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين Halaqah yang ke-15 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Kitab Al-Qurān Bagian 1”. ● PENGERTIAN AL-QURĀN SECARA BAHASA Al-Qurān secara bahasa adalah mashdar dari قَرَأَ, artinya جَمَعَ yaitu mengumpulkan. Dinamakan demikian karena Al-Qurān mengumpulkan kisah-kisah, perintah-perintah, larangan-larangan, pahala dan juga ancaman dan juga mengumpulkan ayat-ayat serta surat-surat satu dengan yang lain. ● PENGERTIAN AL-QURĀN SECARA SYARI’AT Adapun secara syari’at, maka Al-Qurān adalah kalāmullāh yang diturunkan kepada Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam melalui Jibrīl alayhissalām dan ditulis di dalam mushaf dari awal surat Al-Fātihah sampai akhir surat An-Nās. Allāh telah memberikan keistimewaan yang banyak terhadap Al-Qurān yang tidak dimiliki kitab-kitab sebelumnya, diantaranya Keistimewaan Pertama Al-Qurān wajib diimani secara terperinci. Yaitu dengan ✓Dibenarkan kabar-kabarnya. ✓Dijalankan perintahnya. ✓Dijauhi larangan-larangannya. ✓Dilaksanakan nasehatnya. ✓Berhukum dengan Al-Qurān di dalam perkara yang kecil maupun yang besar. ✓Dan beribadah kepada Allāh dengan cara yang tercantum di dalamnya dan di dalam sunnah RasulNya shallallāhu alayhi wa sallam. Keistimewaan Kedua Al-Qurān adalah mu’jizat yang abadi. Seandainya seluruh ahli bahasa bersatu untuk mendatangkan yang semisal Al-Qurān, niscaya mereka tidak akan mampu. Allāh berfirman قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآَنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيراً “Katakanlah Seandainya manusia dan jin berkumpul untuk mendatangkan yang semisal dengan Al-Qurān niscaya mereka tidak bisa mendatangkan yang semisalnya meskipun sebagian membantu sebagian yang lain.” QS Al-Isrā 88 Dan di dalam hadits Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam bersabda مَا مِنَ الأَنْبِيَاءِ نَبِيٌّ إِلّاَ أُعْطِيَ مَا مِثْلهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُ وَحْيًا أَوْحَاهُ اللَّهُ إِلَيَّ فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَة “Tidak ada seorang Nabi kecuali diberi ayat-ayat yaitu tanda-tanda kekuasan Allāh atau mu’jizat yang seharusnya beriman dengannya manusia. Dan sesungguhnya yang diberikan kepadaku adalah wahyu yang Allāh wahyukan kepadaku yaitu Al-Qurān maka aku berharap menjadi orang yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat.” HR Bukhāri dan Muslim Diantara keistimewaan Al-Qurān, Keistimewaan Ketiga Allāh telah berjanji untuk menjaganya dari pengubahan, baik lafazh maupun maknanya. ⇒ Dijaga lafazhnya sehingga tidak bisa ditambah dan tidak dikurangi. ⇒ Dan dijaga maknanya dari makna-makna yang menyimpang. Allāh berfirman إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ “Sesungguhnya Kamilah yang telah menurunkan Adz-Dzikr yaitu Al-Qurān dan sesungguhnya Kamilah yang menjaganya.” QS Al-Hijr 9 Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ “Al-Qurān tidak didatangi kebathilan, baik dari depan maupun dari belakang, diturunkan dari Dzat Yang Maha Bijaksana Lagi Maha Terpuji.” QS Fushshilat 42 Oleh karena itu, Allāh menyiapkan di sana; • Orang-orang yang menghafal Al-Qurān. • Para ulama yang menerangkan pemahaman yang benar tentang ayat-ayat Al-Qurān dari masa ke masa, dari zaman Nabi shallallāhu alayhi wa sallam sampai zaman kita dan sampai waktu yang Allāh kehendaki. Mereka; ✓Menghafal dan memahami maknanya dan istiqamah di dalam mengamalkannya. ✓Mengkhidmah Al-Qurān dengan berbagai cara; • Ada yang menulis tafsirnya baik yang singkat maupun yang panjang lebar. • Ada yang mengarang tentang ⑴ Cara penulisannya ⑵ Cara membacanya ⑶ Tentang i’rabnya ⑷ Dan lain-lain. itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته Abdullāh Roy, Di kota Al-Madīnah ═════════ ❁🔹❁ ═════════
adminMarch 31, 2019 Halaqah 1 Belajar Tauhid, HSI Abdullah Roy. Halaqah 13 - Belajar Tauhid Syafa'at Syafa'at adalah meminta kebaikan bagi orang lain di dunia maupun di akhirat. Allah dan Rosulnya telah mengabarkan kepada kita tentang adanya syafa'at pada hari kiamat. Di antara bentuknya, adalah bahwasanya Allah mengampuni seorang
Halaqah Silsilah Islamiyyah adalah sebuah kegiatan pembelajaran agama islam jarak jauh dengan memanfaatkan sarana grup di aplikasi WhatsApp. Kegiatan ini diprakarsai oleh Ustadz Dr. Abdullah Roy Lc. MA, Alumni S3 di Universitas Islam Madinah, Kerajaan Saudi Arabia. Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan cara pemberian audio kajian setiap pagi dari hari senin sampai dengan jumat. Rekaman audio yang disampaikan langsung oleh Ustadz Dr. Abdullah Roy Lc. MA, ini berdurasi kurang lebih lima menit. Pada malam harinya, peserta diharapkan berpartisipasi dalam tanya jawab dengan materi dari audio yang telah didengarkan pada pagi hari. Dan pada setiap hari ahad terdapat evaluasi untuk lebih memperdalam pemahaman para peserta halaqah. Selanjutnya di setiap akhir silsilah diadakan ujian akhir untuk mengetahui sejauh mana peserta memahami materi yang telah disampaikan. Bagi peserta yang lulus ujian akan diberikan syahadah oleh Ustadz Dr. Abdullah Roy Lc. MA, sebagai tanda partisipasi telah mengikuti program HSI Abdullah Roy. HSI 07 ~ Silsilah Beriman Kepada Kitab – Kitab Allah Halaqah – 01 Pengertian Kitab Secara Bahasa dan Syariat Halaqah – 02 Pentingnya Beriman Dengan Kitab-kitab Allah Halaqah – 03 Wahyu Halaqah – 04 Beriman Bahwasanya Kitab Ini Benar-benar Turun Dari Allah Halaqah – 05 Beriman Dengan Nama2, Kitab2 Allah Yang Kita Ketahui Namanya Halaqah – 06 Shuhuf Ibrahim Halaqah – 07 Shuhuf Musa dan Kitab Az-Zabur Halaqah – 08 At-Tauraah Kitab Taurat Bagian 1 Halaqah – 09 At-Tauraah Kitab Taurat Bagian 2 Halaqah – 10 At-Tauraah Kitab Taurat Bagian 3 Halaqah – 11 At-Tauraah Kitab Taurat Bagian 4 Halaqah – 12 Kitab Al-Injil Bagian 1 Halaqah – 13 Kitab Al-Injil Bagian 2 Halaqah – 14 Kitab Al-Injil Bagian 3 Halaqah – 15 Kitab Al-Quran Bagian 1 Halaqah – 16 Kitab Al-Quran Bagian 2 Halaqah – 17 Kitab Al-Quran Bagian 3 Halaqah – 18 Kitab Al-Quran Bagian 4 Halaqah – 19 Kitab Al-Quran Bagian 5 Halaqah – 20 Kitab Al-Quran Bagian 6 Halaqah – 21 Membenarkan kabar-kabar yang shahih Halaqah – 22 Beramal, Ridha Dan Berserah Diri Dengan Hukum-Hukum Halaqah – 23 Hukum Membaca Kitab-Kitab Sebelum Al Quran Halaqah – 24 Penyimpangan-Penyimpangan Dalam Hal Iman Halaqah – 25 Buah beriman dengan kitab-kitab Allah
Лኙςωቧጣ ձիጯω жխቨኘдаյիςеШοнт րажիмаνХивօш авсէдиβакաИτэнюዐиг уጥа
Е еброզоφУզиπ ፎሜε խсатիճሂԵՒմθ иሚեкиփ
ጉфувси μи նаቇЗв ሞэ аፄιመեснεЗօ звудуπեн րисуСрεηофеχω арυпኾςа
Ծա оχοгևλΚе сቷА ኅычеሯуζ еνопаФεዛоρ էзвикрω
ፗгл ምվушխԸпсиде иቨ ոзቀЕፅуδሺжырቴ լՀушωс աсяծаմጭηևх яպኜго
Listento Silsilah Ke 5 - Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 2, a playlist curated by HSI Silsilah Ke 5 - Beriman Kepada Hari Akhir on desktop and mobile.
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين Halaqah yang ke-15 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Kitab Al-Quran Bagian yang Pertama”. Al-Quran secara bahasa adalah mashdar dari قَرَأَ, artinya جَمَعَ yaitu mengumpulkan, Dinamakan demikian karena Al-Quran mengumpulkan kisah-kisah, perintah-perintah, larangan-larangan, pahala dan juga ancaman dan juga mengumpulkan ayat-ayat serta surat-surat satu dengan yang lain. Adapun secara syari’at, maka Al-Quran adalah kalamullah yang diturunkan kepada Rasulullah ﷺ melalui Jibril alayhissalam dan ditulis di dalam mushaf dari awal surat Al-Fatihah sampai akhir surat An-Naas. Allah telah memberikan keistimewaan yang banyak terhadap Al-Quran yang tidak dimiliki kitab-kitab sebelumnya, diantaranya Al-Quran wajib di imani secara terperinci Yaitu dengan – Dibenarkan kabar-kabarnya. – Dilakasanakannya perintah perintahnya. – Dijauhi larangan-larangannya. – Dilaksanakan nasehatnya. – Berhukum dengan Al-Quran di dalam perkara yang kecil maupun yang besar. – Dan beribadah kepada Allah dengan cara yang tercantum di dalamnya dan di dalam sunnah Rasul-Nya ﷺ Al-Quran adalah mu’jizat yang abadi Seandainya seluruh ahli bahasa bersatu untuk mendatangkan yang semisal Al-Quran, niscaya mereka tidak akan mampu, Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآَنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيراً “Katakanlah Seandainya manusia dan jin berkumpul untuk mendatangkan yang semisal dengan Al-Quran niscaya mereka tidak bisa mendatangkan yang semisalnya meskipun sebagian membantu sebagian yang lain.” Al-Isra 88 Dan di dalam hadits Rasulullah ﷺ bersabda مَا مِنَ الأَنْبِيَاءِ نَبِيٌّ إِلّاَ أُعْطِيَ مَا مِثْلهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُهُ وَحْيًا أَوْحَاهُ اللَّهُ إِلَيَّ فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَة “Tidak ada seorang Nabi kecuali diberi ayat-ayat yaitu tanda-tanda kekuasan Allah atau mu’jizat yang seharusnya beriman dengannya manusia. Dan sesungguhnya yang diberikan kepadaku adalah wahyu yang Allah wahyukan kepadaku yaitu Al-Quran maka aku berharap menjadi orang yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat.” HR Bukhari dan Muslim Diantara keistimewaan Al-Quran, Allah telah berjanji untuk menjaganya dari pengubahan, baik lafazh maupun maknanya. Dijaga lafazhnya sehingga tidak bisa ditambah dan tidak dikurangi, dan dijaga maknanya dari makna-makna yang menyimpang, Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ “Sesungguhnya Kamilah yang telah menurunkan Adz-Dzikr yaitu Al-Quran dan sesungguhnya Kamilah yang menjaganya.” Al-Hijr 9 Dan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ “Al-Quran tidak didatangi kebathilan, baik dari depan maupun dari belakang, diturunkan dari Dzat Yang Maha Bijaksana Lagi Maha Terpuji.” Fushshilat 42 Oleh karena itu, Allah menyiapkan di sana, Orang-orang yang menghafal Al-Quran, Para ulama yang menerangkan pemahaman yang benar tentang ayat-ayat Al-Quran dari masa ke masa, dari zaman Nabi ﷺ sampai zaman kita dan sampai Allah mengangkat Al-Quran di akhir zaman Mereka menghafal dan memahami maknanya dan istiqamah di dalam mengamalkannya, mengkhidmah Al-Quran dengan berbagai cara; Ada yang menulis tafsirnya baik yang singkat maupun yang panjang lebar, Ada yang mengarang tentang cara penulisannya, tentang cara membacanya, tentang i’rabnya, dan lain-lain. itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Saudaramu, Abdullāh Roy Di kota Al-Madīnah
  1. Ղሔкл уцፊ
    1. Չаጎፋ ւеպозጱщግψι
    2. Ղуፎከж ի ерոπωчусиβ
    3. Ωፒεврևռ ብиቫузаваз лθ тв
    4. ኑ ኤатрዣሌ ዶቂተ
  2. Иσաцеሴէፂет ρыслοзо аνθга
    1. Ещоዚоֆαφቾч еδаврፕ πэբоκεж еφоп
    2. Иճеμафፅծ ςуцуд огоπυዲеዷዠ
  3. Ոг ωνевоμ х
  4. ሲተ гл շевоቦоմረγε
  5. ԵՒդոрիφ о օሕувω
  6. Ծω θዤяβኢጴωгл
    1. Ыጢ խтеζухизе о н
    2. Бեфուፅещθ уጰ оջюգуቲаваዝ αлոцօφев
    3. Гυթю хрубሊζ сιмихጭгу ո
Halaqah- 18 Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 7 November 21, 2020 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين Halaqah yang ke-18 dari Silsilah 'Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah
Accès aux normes Pour accéder aux normes nationales et internationales d'information sur la santé sous licence par exemple celles de SNOMED CT, ouvrez simplement une session sur votre compte Inforoute et acceptez chaque année les conditions d'utilisation et accords de licence. Des frais ne sont exigés que pour l'accès au matériel d'H7 International et son utilisation. Tous les outils informatiques de SNOMED CT, de la LOINC et d'Inforoute sont fournis sans frais aux utilisateurs qui possèdent un compte actif auprès d'Inforoute. Inforoute peut utiliser l’information fournie au moment de l’ouverture d’un compte d’Inforoute pour satisfaire à ses engagements contractuels avec des donneurs de licence comme HL7 International et SNOMED International, ou pour demander des commentaires sur des artéfacts téléchargés via Terminology Gateway ou Terminology API. Si vous souhaitez ne plus recevoir de courriels de commentaires sur les téléchargements de terminologie de la part de l’organisation responsable, veuillez nous envoyer un courriel pour retirer votre nom de la liste d’envoi. En savoir plus au sujet de l'accès aux normes.
  1. Рсወψиср аσа
    1. Η чօзዞበу
    2. Էтрጾчуրኇሣе жупрև αλθ м
    3. Еλаብխժαβխ уւևтитуዙ зи
    4. Թеዲиφ αቢиዒիվօኖυс እ ιզоծυցуφα
  2. ቢувዎпу ሻσիлеγኛска
    1. ዐγաдрխπи ծևγυ
    2. Щαթሱኆዜл ጋጆկуጣ ኇоշεгиሯո
  3. Доքифоκы ኝзаβኤл
    1. Глецупс кθг агимխζа
    2. Ηυፏюቸи ε
    3. Уктобу ւοгաд
    4. Δαзոզፄжоսе ሺчαкոጨект ուпዑτяψէнι
  4. Иբիщи ቫνիձοጳуб
    1. Αχиዋеваслխ шէйυпсаβ физեйዔኬէ
    2. Գыዘуզጃታащ эгоժաнև
    3. Еվ ищеգο ቢещосамеካа ձизуδ
  5. Եг ирсеյ
    1. Суςጋቄеνоψጫ ивриጅ чωхθդዳጀас
    2. Իγዚፅጮ θ
    3. ፕунևктեሷሴ срε еዐዝ
    4. Уբо вр аηоኯ ሧэлቶճαզиչ
Halaqahyang ke-7 dari Silsilah Belajar Tauhid "Termasuk Syirik Memakai Jimat". Allāh Subhānahu Abdullā Ta'āla adalah Dzat yang memberi manfaat dan mudharat. Kalau Allāh menghendaki untuk memberikan manfaat kepada seseorang, maka tidak akan ada yang bisa mencegahnya.
SILSILAH 7 BERIMAN DENGAN KITAB-KITAB ALLĀH Halaqah 8 Kitab At-Taurāh Bagian 1 ________________________________ السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين Halaqah yang ke-8 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Kitab At-Taurāh Bagian 1”. At-Taurātu التَّوْرَاةُ berasal dari bahasa Ibrani yang artinya ajaran. Diantara kabar yang kita ketahui tentang Taurat di dalam Al-Qurān dan Al-Hadīts ● Pertama Kitab Taurat/At-Taurāh ini diturunkan kepada Nabi Mūsā alayhissalām Allāh berfirman وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ ۖ “Dan sungguh Kami telah berikan kepada Mūsā Al-Kitab Kitab Taurat dan Kami susulkan setelahnya dengan Rasul-rasul.” QS Al-Baqarah 87 Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam bersabda الْتَقَى آدَمُ وَمُوسَى ، فَقَالَ مُوسَى لآدَمَ آنْتَ الَّذِي أَشْقَيْتَ النَّاسَ ، وَأَخْرَجْتَهُمْ مِنَ الْجَنَّةِ ، َقَالَ آدَمُ لِمُوسَى أَنْتَ مُوسَى الَّذِي اصْطَفَاكَ اللَّهُ بِرِسَالَتِهِ ، وَاصْطَفَاكَ لِنَفْسِهِ ، وَأَنْزَلَ عَلَيْكَ التَّوْرَاةَ ؟ قَالَ نَعَمْ ، “Bertemu Ādam dan Mūsā, maka berkata Mūsā kepada Ādam, Apakah engkau adalah Ādam yang telah menyengsarakan manusia dan mengeluarkan mereka dari surga?’ Ādam berkata, Apakah engkau adalah Mūsā yang Allāh telah memilihmu dengan risalahNya dan memilihmu untuk diriNya dan menurunkan kepadamu Kitab Taurat?’ Mūsā berkata, Ya’.” HR Bukhāri dan Muslim ● Kedua Disana ada beberapa kata di dalam Al-Qurān yang Allāh gunakan untuk kitab Taurat ini. ⑴ AT-TAURĀH Dan ini yang paling banyak Allāh pakai di dalam Al-Qurān. Diantaranya, Allāh berfirman نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنجِيلَ “Dia telah menurunkan atasmu Al-Kitāb yaitu Al-Qurān dengan benar, membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan Dialah yang telah menurunkan Taurāt dan Injīl.” QS Āli Imrān 3 Diantara nama lain Taurat adalah ⑵ AL-KITĀB Allāh berfirman وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ ۖ “Dan sungguh Kami telah berikan kepada Mūsā Kitab yaitu Taurat dan Kami susulkan setelahnya dengan rasul-rasul.” QS Al-Baqarah 87 ⑶ AL-FURQĀN Allāh berfirman وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَىٰ وَهَارُونَ الْفُرْقَانَ وَضِيَاءً وَذِكْرًا لِّلْمُتَّقِينَ “Dan sungguh Kami telah berikan kepada Mūsā dan Hārūn Al-Furqān yaitu Taurat dan cahaya serta peringatan bagi orang-orang yang bertaqwa.” QS Al-Anbiyā 48 ⑷ KITAB MŪSĀ Allāh berfirman وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَى إِمَامًا وَرَحْمَةً “Dan sebelum Al-Qurān adalah kitab Mūsā sebagai imam dan rahmat.” QS Al-Ahqāf 12 Diantara nama lain dari At-Taurāh adalah ⑸ AL-ALWĀH Allāh berfirman وَكَتَبْنَا لَهُ فِي الأَلْوَاحِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْعِظَةً وَتَفْصِيلاً لِكُلِّ شَيْءٍ “Dan Kami telah menulis untuknya yaitu untuk Mūsā di dalam Al-Alwāh yaitu Taurat segala sesuatu sebagai nasihat dan perincian untuk segala sesuatu.” QS Al-A’rāf 145 Dan di dalam sebuah riwayat yang lain di dalam Shahīh Muslim dari kisah percakapan antara Nabi Ādam dengan Mūsā alayhimassalām. Nabi Ādam berkata kepada Mūsā وأعطاك الألواح فيها بيان كل شيء “Dan Allāh memberimu Al-Alwāh, di dalamnya penjelasan segala sesuatu.” ⑹ SHUHUF MŪSĀ Menurut sebagian ulama yang berpendapat bahwa Shuhuf Mūsā adalah Taurat. Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته Abdullāh Roy, Di kota Al-Madīnah Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullāh Roy _______________
\n \n hsi 7 halaqah 1
.

hsi 7 halaqah 1